Ini bukan sekadar soal “mesin kurang enak.” Konsekuensi nyata di lapangan bisa sangat merugikan:
1. Keausan Dini pada Piston, Ring, dan Bearing
Oli kotor yang mengandung partikel logam halus bekerja seperti amplas di dalam mesin. Piston, ring piston, dan bearing yang seharusnya bertahan ribuan jam kerja bisa rusak jauh lebih cepat. Penggantian piston dan bearing pada mesin diesel combine bisa menghabiskan biaya Rp 5–15 juta tergantung merek dan tipe.
2. Overheat pada Sistem Hidraulik
Banyak combine harvester modern menggunakan oli yang sama atau sistem terkait antara mesin dan hidraulik. Filter yang tersumbat menyebabkan aliran oli tidak lancar, meningkatkan suhu kerja, dan berpotensi merusak pompa hidraulik dan selenoid valve. Kerusakan sistem hidraulik bisa memakan biaya Rp 10–30 juta.
3. Kerusakan Transmisi
Transmisi adalah salah satu komponen paling mahal pada combine harvester. Oli kotor yang masuk ke sistem transmisi mempercepat keausan gear dan synchronizer. Biaya perbaikan transmisi berat pada mesin combine bisa mencapai Rp 20–50 juta atau bahkan lebih.
4. Panen Terhenti di Tengah Jalan
Kerugian terbesar bukan hanya biaya servis, tapi hilangnya momentum panen. Di Indonesia, jendela waktu panen padi sangat singkat (7–14 hari optimal). Jika combine berhenti karena kerusakan mesin, potensi kehilangan hasil panen bisa jauh melebihi biaya servis itu sendiri.
Konsultasi sparepart dengan kami:
📞Â https://heylink.me/GPMSparepart/
💬Â GRATIS
🚜Â Tersedia sparepart berbagai merk & tipe sesuai kebutuhan Anda

